Ternyata kaum ibu mau main drama natal. Berarti kaum muda ga jadi deh main dramanya… Ya udah gue tuang disini aja deh ide cerita natal di kepala gue :
Babak I.
Diawali dengan para malaikat sedang berbaris seperti tentara. Komandan malaikat mau menyampaikan kabar baik. Disitu juga ada malaikat yang baru training, mereka memakai kertas bertulisan “belajarâ€. (Minimal 3 malaikat dan satu Komandan malaikat).
Setelah menyiapkan barisan, Komandan malaikat mulai berkata2 sambil mondar-mandir
Komandan : kalian tahu kenapa kalian dikumpulkan disini?
Semua malaikat : Tidak tahu pak
Komandan : ada kabar sukacita yang harus kalian dengar, dan ini kan juga menjadi tugas akhir kalian selama mengikuti training disini. Kalau kalian berhasil kalian akan lulus
Semua malaikat : Yes (Cihuuyy)
Komandan : ada suatu rencana besar dari Big boss kita, yaitu Tuhan ingin menyelamatkan manusia dengan cara turun menjadi manusia. Dan kalian masing2 akan menerima tugas masing2 sesuai yang tertulis di surat ini. Kalian siap menerima tugas ini? (Sambil membagikn kertas berisi surat perintah)
Semua malaikat : Siap Pak
Komandan : Bagus . Laksanakan! Pasukan bubar
Kemudian komandan malaikat meninggalkan panggung, tinggal ketiga malaikat yang sedang membaca apa yang menjadi tugas mereka.
Malaikat 1 : Wah gue kebagian membantu Yusuf dan Maria sampai mereka melahirkan seorang anak…ehm gue harus jadi mak comblang nih dan akan pesan tempat yang bagus buat anaknya nanti…oke deh gue jalan dulu ya. (Sambil mengambil panah dan busur)
Malaikat 2 : Kalo gue kebagian memberi kabar gembira ini kepada gembala2…ah gampang, gue akan bersinar terang sekali agar para gembala ini takjub dan mendengarkan ku…oke gue jalan dulu ya. (sambil memmakai ikat pinggang malaikat, karena disitu ada alat untuk bersinar terang)
Malaikat 3 : Ehm tugas gue memberi kabar gembira ini kepada orang2 majus agar mereka mau mengikuti petunjuk bintang sehingga bisa menjumpai raja segala raja…ehm gimana ya cara praktis memberitahu mereka? Aha gue sms aja deh mereka, gampang kan
Kemudian malaikat 3 mengeluarkan hp dan mengirim sms ke orang majus, setelah selesai malaikat 3 turun panggung dengan sukacita karena tugasnya sudah selesai.
Babak 2
Setelah beberapa hari kemudian. Ketiga malaikat ini kembali berkumpul sambil menceritakan hasil kerja mereka.
Malaikat 3 : HAHAHAHA tugasku paling enteng, dengan memanfaatkan teknologi yang maju semua dapat dilaksanakan dengan mudah (Sambil menunjukkan hp)
Malaikat 1: Waah tugas gue berat nih. Kayaknya gue ga cocok jadi mak comblang. Soalnya hampir saja mereka putus. Padahal gue udah panah hati mereka dengan panah asmara. Tapi untunglah mereka jadian juga, tapi gue terus lupa pesen tempat buat mereka melahirkan. Jadinya mereka mencari2 tempat hingga sekarang belum ketemu tempat nih. Kacau deh.
Malaikat 2: Hihhihi sama gue juga kurang bakat kali ya jdi malaikat. Soalnya waktu gue terbang dan bersinar terang sekali…eh malah bikin mereka ketakutan dan domba2 pada lari2. Gue sih udah kasih tahu mereka. Tapi pas gue tinggal tadi, kayaknya mereka lagi sibuk nyariin dombanya yang pada lari pontang-panting gara2 sinar gue…huh kayaknya setelannya rusak nih. (sambil mencoba membenarkan ikat pinggangnya seolah2 disitulah tombol pengatur sinar)
Maliakat 3 : wah kok gue jadi kuatirjuga nih dengar cerita lu. Dan lagi orang2 majusnya mana nih kok belum sampai2 juga, waduh nyasar ga ya?. Padahal bintangnya sudah tepat bersinar di atas kita. Kemana ya? (sambil mondar-mandir seperti menunggu seseorang)
Tiba2 datanglah Komandan malaikat menghampiri mereka. Dan menyiapkan barisan.
Komandan : Apakah kalian sudah menyelesikan tugas?
Semua malaikat saling berpandangan.
Komandan : Haaaloooooo apakah kalian sudah menyelesaikan tugas?
Semua malaikat : Sudah pak, tapi…belum tahu hasilnya
Komandan : Bagus!! Berarti kalian sudah melakukannya dengan sempurna
Semua malaikat : HAH…tapi kan belum tahu hasilnya Pak?
Komandan : itulah tugas seorang pelayan yang sempurna, hanya melakukan apa yang disuruh dan tidak perlu ikut campur, karena selanjutnya Tuhan sendirilah yang akan bekerja dengan hasil yang sempurna….Bagus…kalian semua saya nyatakan lulus!
Semua malaikat : Horeeee
Komandan : Sekarang kita akan meyaksikan sesuatu yang luar biasa terjadi disini mari kita menyaksiknnya.
Kemudian para malaikat menuju ke sisi panggung, sementara naik ke panggung Yusuf dan Maria menuju ke kandang. Lalu datanglah para gembala dan kemudian datanglah orang2 majus.
Dan drama ini diakhiri dengan nyanyian. Selesailah sudah drama natal ini
Hehehe cuma ini yang terlintas di pikiran gue, masih kasar banget. Gue Cuma mau kasih ide cerita aja, Ya siapa tahu ada gunanya buat yang mau bikin drama natal, untuk selanjutnya bisa merombak lagi sendiri deh cerita natal diatas. Semoga sukses
Tadi abis pulang ibadah gue tidur...hahaha... ga ikut rapat... biarin ah. Soalnya tadi abis ibadah lagi asyik ngobrol2 ama anak2 yang juga kebetulan semuanya ada waktu senggang abis ibadah. Jadi seru dan rame dan lupa waktu deh, lagian ngomongin acara natal juga sih. Jarang2 kita bisa kumpul secara komplit gitu, biasanya ada aja yang bikin mereka dan gue cepet2 meninggalkan gereja abis ibadah minggu.
Btw kemarin gue dapet ayat buat kaum muda, yang gue pasang di atas itu (text berjalan) mengingatkan gue juga sama temen gue yang menanyakan bedanya roh dan jiwa.
Kalo dulu zaman musa, orang2 semua memandang Tuhan sebagai hakim yang benar sehingga ada perasaan takut untuk bertemu dengan Tuhan, makanya setelah musa berbicara dengan Tuhan di atas gunung, muka musa bersinar. Dan ketika musa hendak menyampaikan perintah Tuhan kepada orang2 itu, semuanya jadi takut dan meminta musa agar menutup mukanya, takut kalo sinar muka musa mengenai orang2 itu dan mereka bisa mati.
Tapi rasul paulus berkata sebaliknya, justru haruslah musa membiarkan sinar yang dari Tuhan itu mengenai kita/orang2 itu juga supaya kita juga bisa bersinar seperti musa, bahkan lebih lagi... karena Tuhan ingin berada di dalam kita, dan kita menjadi serupa dengan Dia.Terkadang kita menerima Tuhan dengan jiwa kita, sehingga hasilnya adalah Tuhan sebagai pemuas jiwa kita. Dan dalam jiwa manusia kayaknya ga ada kata puas. Dan kita akan menemui masalah ketika kita mau beriman, karena salah jalur. Seharusnya dengan roh kita menerima Tuhan yang adalah juga Roh. Didalam roh lah iman bisa bertumbuh, karena Tuhan akan turut bekerja di dalamnya.
Jika kita sering lemah, dan terlalu menuruti jiwa (keinginan daging) kita maka hasilnya kita akan takut, gentar dll bahkan terhadap Tuhan bisa jadi kita menjadi jauh dan tidak percaya. Tapi kalo kita sering bergaul dengan Tuhan (berdoa dalam roh) maka kita tidak lagi takut, bahkan kita jadi mengenal dan akrab, sehingga sinar Tuhan akan menjadi kebutuhan kita bukan suatu hal yang menakutkan lagi
Berikan Roh Kudus-Mu setiap saat agar aku kuat dan semakin kuat di dalam Mu. Amin
Ternyata kaum ibu mau main drama natal. Berarti kaum muda ga jadi deh main dramanya… Ya udah gue tuang disini aja deh ide cerita natal di kepala gue :
Babak I.
Diawali dengan para malaikat sedang berbaris seperti tentara. Komandan malaikat mau menyampaikan kabar baik. Disitu juga ada malaikat yang baru training, mereka memakai kertas bertulisan “belajarâ€. (Minimal 3 malaikat dan satu Komandan malaikat).
Setelah menyiapkan barisan, Komandan malaikat mulai berkata2 sambil mondar-mandir
Komandan : kalian tahu kenapa kalian dikumpulkan disini?
Semua malaikat : Tidak tahu pak
Komandan : ada kabar sukacita yang harus kalian dengar, dan ini kan juga menjadi tugas akhir kalian selama mengikuti training disini. Kalau kalian berhasil kalian akan lulus
Semua malaikat : Yes (Cihuuyy)
Komandan : ada suatu rencana besar dari Big boss kita, yaitu Tuhan ingin menyelamatkan manusia dengan cara turun menjadi manusia. Dan kalian masing2 akan menerima tugas masing2 sesuai yang tertulis di surat ini. Kalian siap menerima tugas ini? (Sambil membagikn kertas berisi surat perintah)
Semua malaikat : Siap Pak
Komandan : Bagus . Laksanakan! Pasukan bubar
Kemudian komandan malaikat meninggalkan panggung, tinggal ketiga malaikat yang sedang membaca apa yang menjadi tugas mereka.
Malaikat 1 : Wah gue kebagian membantu Yusuf dan Maria sampai mereka melahirkan seorang anak…ehm gue harus jadi mak comblang nih dan akan pesan tempat yang bagus buat anaknya nanti…oke deh gue jalan dulu ya. (Sambil mengambil panah dan busur)
Malaikat 2 : Kalo gue kebagian memberi kabar gembira ini kepada gembala2…ah gampang, gue akan bersinar terang sekali agar para gembala ini takjub dan mendengarkan ku…oke gue jalan dulu ya. (sambil memmakai ikat pinggang malaikat, karena disitu ada alat untuk bersinar terang)
Malaikat 3 : Ehm tugas gue memberi kabar gembira ini kepada orang2 majus agar mereka mau mengikuti petunjuk bintang sehingga bisa menjumpai raja segala raja…ehm gimana ya cara praktis memberitahu mereka? Aha gue sms aja deh mereka, gampang kan
Kemudian malaikat 3 mengeluarkan hp dan mengirim sms ke orang majus, setelah selesai malaikat 3 turun panggung dengan sukacita karena tugasnya sudah selesai.
Babak 2
Setelah beberapa hari kemudian. Ketiga malaikat ini kembali berkumpul sambil menceritakan hasil kerja mereka.
Malaikat 3 : HAHAHAHA tugasku paling enteng, dengan memanfaatkan teknologi yang maju semua dapat dilaksanakan dengan mudah (Sambil menunjukkan hp)
Malaikat 1: Waah tugas gue berat nih. Kayaknya gue ga cocok jadi mak comblang. Soalnya hampir saja mereka putus. Padahal gue udah panah hati mereka dengan panah asmara. Tapi untunglah mereka jadian juga, tapi gue terus lupa pesen tempat buat mereka melahirkan. Jadinya mereka mencari2 tempat hingga sekarang belum ketemu tempat nih. Kacau deh.
Malaikat 2: Hihhihi sama gue juga kurang bakat kali ya jdi malaikat. Soalnya waktu gue terbang dan bersinar terang sekali…eh malah bikin mereka ketakutan dan domba2 pada lari2. Gue sih udah kasih tahu mereka. Tapi pas gue tinggal tadi, kayaknya mereka lagi sibuk nyariin dombanya yang pada lari pontang-panting gara2 sinar gue…huh kayaknya setelannya rusak nih. (sambil mencoba membenarkan ikat pinggangnya seolah2 disitulah tombol pengatur sinar)
Maliakat 3 : wah kok gue jadi kuatirjuga nih dengar cerita lu. Dan lagi orang2 majusnya mana nih kok belum sampai2 juga, waduh nyasar ga ya?. Padahal bintangnya sudah tepat bersinar di atas kita. Kemana ya? (sambil mondar-mandir seperti menunggu seseorang)
Tiba2 datanglah Komandan malaikat menghampiri mereka. Dan menyiapkan barisan.
Komandan : Apakah kalian sudah menyelesikan tugas?
Semua malaikat saling berpandangan.
Komandan : Haaaloooooo apakah kalian sudah menyelesaikan tugas?
Semua malaikat : Sudah pak, tapi…belum tahu hasilnya
Komandan : Bagus!! Berarti kalian sudah melakukannya dengan sempurna
Semua malaikat : HAH…tapi kan belum tahu hasilnya Pak?
Komandan : itulah tugas seorang pelayan yang sempurna, hanya melakukan apa yang disuruh dan tidak perlu ikut campur, karena selanjutnya Tuhan sendirilah yang akan bekerja dengan hasil yang sempurna….Bagus…kalian semua saya nyatakan lulus!
Semua malaikat : Horeeee
Komandan : Sekarang kita akan meyaksikan sesuatu yang luar biasa terjadi disini mari kita menyaksiknnya.
Kemudian para malaikat menuju ke sisi panggung, sementara naik ke panggung Yusuf dan Maria menuju ke kandang. Lalu datanglah para gembala dan kemudian datanglah orang2 majus.
Dan drama ini diakhiri dengan nyanyian. Selesailah sudah drama natal ini
Hehehe cuma ini yang terlintas di pikiran gue, masih kasar banget. Gue Cuma mau kasih ide cerita aja, Ya siapa tahu ada gunanya buat yang mau bikin drama natal, untuk selanjutnya bisa merombak lagi sendiri deh cerita natal diatas. Semoga sukses
Tadi abis pulang ibadah gue tidur...hahaha... ga ikut rapat... biarin ah. Soalnya tadi abis ibadah lagi asyik ngobrol2 ama anak2 yang juga kebetulan semuanya ada waktu senggang abis ibadah. Jadi seru dan rame dan lupa waktu deh, lagian ngomongin acara natal juga sih. Jarang2 kita bisa kumpul secara komplit gitu, biasanya ada aja yang bikin mereka dan gue cepet2 meninggalkan gereja abis ibadah minggu.
Btw kemarin gue dapet ayat buat kaum muda, yang gue pasang di atas itu (text berjalan) mengingatkan gue juga sama temen gue yang menanyakan bedanya roh dan jiwa.
Kalo dulu zaman musa, orang2 semua memandang Tuhan sebagai hakim yang benar sehingga ada perasaan takut untuk bertemu dengan Tuhan, makanya setelah musa berbicara dengan Tuhan di atas gunung, muka musa bersinar. Dan ketika musa hendak menyampaikan perintah Tuhan kepada orang2 itu, semuanya jadi takut dan meminta musa agar menutup mukanya, takut kalo sinar muka musa mengenai orang2 itu dan mereka bisa mati.
Tapi rasul paulus berkata sebaliknya, justru haruslah musa membiarkan sinar yang dari Tuhan itu mengenai kita/orang2 itu juga supaya kita juga bisa bersinar seperti musa, bahkan lebih lagi... karena Tuhan ingin berada di dalam kita, dan kita menjadi serupa dengan Dia.Terkadang kita menerima Tuhan dengan jiwa kita, sehingga hasilnya adalah Tuhan sebagai pemuas jiwa kita. Dan dalam jiwa manusia kayaknya ga ada kata puas. Dan kita akan menemui masalah ketika kita mau beriman, karena salah jalur. Seharusnya dengan roh kita menerima Tuhan yang adalah juga Roh. Didalam roh lah iman bisa bertumbuh, karena Tuhan akan turut bekerja di dalamnya.
Jika kita sering lemah, dan terlalu menuruti jiwa (keinginan daging) kita maka hasilnya kita akan takut, gentar dll bahkan terhadap Tuhan bisa jadi kita menjadi jauh dan tidak percaya. Tapi kalo kita sering bergaul dengan Tuhan (berdoa dalam roh) maka kita tidak lagi takut, bahkan kita jadi mengenal dan akrab, sehingga sinar Tuhan akan menjadi kebutuhan kita bukan suatu hal yang menakutkan lagi
Berikan Roh Kudus-Mu setiap saat agar aku kuat dan semakin kuat di dalam Mu. Amin